-->

Iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9eiQ9degYSpTXcaErgSj0AX7KE8Y2Vszcpfx239VwFQ-74o8lIfw45JyUacjsECh4bqi-P7YGPJjQv5SdRvw1KL4SQWVkU-YlPGrM0MTk-txPzr3QSXUF14qW-EodzCfGHMKSb5kPZ0YaVZ8ryFpNBQUQx0WR9wXsATHWzbElv79Zvyfb7WnZh5YQMQAU/s16000/iklan%20landscape%20baru.png

Publikasi Ilmiah sebagai Pilar Akademik: Mengupas Pentingnya Artikel Jurnal di Era Modern

Global News Network
Minggu, 05 April 2026, April 05, 2026 WIB
Dr. Veranus Sidharta, M.I.Kom. memberikan materi Pentingnya Artikel Jurnal di Era Modern

TANGERANG SELATAN, Globalnewsnetwork.id – Di tengah arus informasi digital yang bergerak cepat, peran literatur akademik sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, publikasi ilmiah—khususnya artikel jurnal—merupakan nyawa dari pengembangan ilmu pengetahuan. Kesadaran inilah yang mendasari terselenggaranya sebuah diskusi intim namun berbobot mengenai penulisan jurnal ilmiah baru-baru ini.


Diinisiasi oleh Rendi (pemilik akun Instagram @rendie_19), kegiatan yang berlangsung hangat di Calma Coliving Bintaro ini menghadirkan dua pakar komunikasi sebagai pembicara utama, yakni Dr. Veranus Sidharta, M.I.Kom. dan Dr. Anisti, S.Sos., M.Si.


Dalam paparannya di hadapan para peserta yang antusias menyimak di ruang komunal yang nyaman tersebut, kedua narasumber menekankan satu pesan krusial: di era modern ini, posisi artikel jurnal jauh melampaui literatur konvensional lainnya.


"Banyak yang masih terjebak pada pemikiran bahwa buku adalah puncak karya intelektual," jelas salah satu narasumber. "Namun, dalam dunia akademik saat ini, jurnal adalah bentuk karya ilmiah yang lebih dinamis, mutakhir, dan sering kali lebih mendalam dibandingkan buku. Jurnal adalah tempat di mana temuan terbaru diuji dan diperdebatkan."

  
Dokumentasi Kegiatan Diskusi Publikasi Ilmiah : Kiri Rendi,  Dr. Anisti, S.Sos., M.Si. dan Dr. Veranus Sidharta, M.I.Kom. 


Diskusi ini tidak sekadar bersifat teoretis. Seperti yang terlihat dalam dokumentasi kegiatan, para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan praktisi diajak untuk langsung memahami kerangka dasar penulisan. Sesi "bedah kelas" yang interaktif, lengkap dengan coretan ide di papan tulis kaca, menunjukkan keseriusan para peserta dalam menguasai anatomi jurnal ilmiah—mulai dari latar belakang masalah hingga metodologi.


Kegiatan yang diinisiasi oleh Rendi ini menyoroti sebuah urgensi: bahwa kemampuan menulis dan mempublikasikan jurnal bukan lagi sekadar kewajiban administratif bagi dosen atau syarat kelulusan bagi mahasiswa. Lebih dari itu, ia adalah "pilar akademik" yang memastikan ide dan riset seseorang diakui, diarsipkan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.


Di era di mana misinformasi mudah menyebar, karya ilmiah yang telah melalui proses peer-review (tinjauan sejawat) seperti jurnal, menjadi benteng terakhir penjaga validitas ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, inisiatif-inisiatif diskusi seperti ini diharapkan dapat terus memantik semangat civitas akademika untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen ilmu pengetahuan yang kredibel.



Redaksi

Komentar

Tampilkan

  • Publikasi Ilmiah sebagai Pilar Akademik: Mengupas Pentingnya Artikel Jurnal di Era Modern
  • 0