-->
  • Iklan

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTf_V10mxoMyalJjR41IqexbnTmm3NP1mCrObjLuqxHxfOHM-mIHA_Dw4k5uv0_NhYdmMs-qf5TMzOgn9raBxQ7TKH959jCw2uc1BG6GNlGyYZ-iwwMCwTLgx90hS4pEHjR-Yiw44IpqohqtNDO3ARCyK8n8Ce-SnkAQdPIYywRs1moxTwJfkwOC9zOA2o/s2169/banner_stop_hoax_2170x725.png

    Dosen UBSI Jadi Keynote Speaker di Malaysia, Dorong Masyarakat Lebih Kritis Hadapi Hoaks

    Global News Network
    Selasa, 20 Oktober 2026, Oktober 20, 2026 WIB

      

     Foto: Assoc. Prof. Dr. Drs. Dwinarko, M.M., M.H., saat menyampaikan materi “Why Is Fact Checking Important?” kepada mahasiswa INTI International University, Malaysia, dalam kegiatan Global Community Service for Sustainable Collaboration bertema Digital and Media Literacy for a Safer and Smarter Society, 20 Oktober 2026.


    NEGERI SEMBILAN, MALAYSIA – GLOBALNEWSNETWORK.ID – Pentingnya literasi digital dan budaya cek fakta menjadi sorotan dalam kegiatan Global Community Service for Sustainable Collaboration yang diselenggarakan di Faculty of Business and Communications, INTI International University, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, pada 20 Oktober 2026. Dalam kegiatan bertema Digital and Media Literacy for a Safer and Smarter Society, akademisi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Assoc. Prof. Dr. Drs. Dwinarko, M.M., M.H., hadir sebagai keynote speaker. 


    Ia membahas pentingnya kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.Materi yang disampaikan menjadi relevan seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan platform digital sebagai sumber informasi sehari-hari. Kemudahan memperoleh dan membagikan informasi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu maupun konten yang menyesatkan.

    Cek Fakta Jadi Kunci Menghadapi Banjir Informasi

    Dalam pemaparan bertajuk “Why Is Fact Checking Important?”, Dwinarko menyoroti pemeriksaan fakta sebagai langkah penting untuk membangun perilaku komunikasi digital yang bertanggung jawab. Menurut pendekatan yang dibahas dalam materi tersebut, pengguna media digital perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari sumber tepercaya, serta memastikan konteks suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.


    Tantangan ini semakin kompleks dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pembuatan konten dalam berbagai format, termasuk gambar, audio, dan video yang dapat menyerupai materi autentik. Tanpa kemampuan verifikasi yang memadai, masyarakat berisiko salah memahami informasi dan ikut menyebarkan konten yang belum terbukti kebenarannya. Karena itu, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup etika, tanggung jawab, dan kemampuan menilai kredibilitas informasi.


    Kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa INTI International University. Penyampaian materi didukung presentasi visual yang mengangkat praktik literasi media dan pemeriksaan fakta dalam kehidupan sehari-hari.


    Kolaborasi Akademik Lintas Negara

    Keterlibatan akademisi UBSI dalam kegiatan internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap persoalan masyarakat digital. Melalui forum tersebut, isu literasi digital dan media ditempatkan sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang lebih aman dan bertanggung jawab. Kemampuan memahami informasi secara kritis diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi pengguna media yang lebih bijaksana.


    Kolaborasi antara UBSI dan INTI International University juga membuka ruang bagi pengembangan kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tantangan komunikasi kontemporer. Pertukaran pengalaman antara akademisi dan mahasiswa dari kedua negara dapat memperkaya perspektif mengenai cara menghadapi misinformasi, disinformasi, serta perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi digital.


    Literasi Media untuk Masyarakat yang Lebih Cerdas

    Tema Digital and Media Literacy for a Safer and Smarter Society menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesiapan masyarakat dalam menggunakannya. Di tengah arus informasi yang semakin cepat, masyarakat perlu mengembangkan kebiasaan untuk tidak langsung mempercayai judul sensasional, memeriksa sumber asli, memahami konteks, dan menunda penyebaran informasi apabila kebenarannya belum dapat dipastikan.


    Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan tersebut melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini penting agar perkembangan teknologi komunikasi dapat memberikan manfaat tanpa mengabaikan risiko penyalahgunaan informasi. Partisipasi Dwinarko sebagai keynote speaker dalam forum di Malaysia diharapkan turut memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam mendorong budaya literasi digital yang kritis dan bertanggung jawab.


    Melalui kolaborasi internasional, UBSI dan INTI International University diharapkan dapat terus mengembangkan ruang pertukaran pengetahuan yang mendukung terciptanya masyarakat digital yang lebih aman, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan informasi di era teknologi.


    Redaksi


    Komentar

    Tampilkan

    • Dosen UBSI Jadi Keynote Speaker di Malaysia, Dorong Masyarakat Lebih Kritis Hadapi Hoaks
    • 0