-->

Iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9eiQ9degYSpTXcaErgSj0AX7KE8Y2Vszcpfx239VwFQ-74o8lIfw45JyUacjsECh4bqi-P7YGPJjQv5SdRvw1KL4SQWVkU-YlPGrM0MTk-txPzr3QSXUF14qW-EodzCfGHMKSb5kPZ0YaVZ8ryFpNBQUQx0WR9wXsATHWzbElv79Zvyfb7WnZh5YQMQAU/s16000/iklan%20landscape%20baru.png

Ketegangan Memuncak: Trump Beri Ultimatum Keras, Desak Iran Segera Buka Selat Hormuz

Global News Network
Minggu, 05 April 2026, April 05, 2026 WIB

Ilustrasi: Presiden AS Donald Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka Selat Hormuz. (Foto: AFP/JIM WATSON)

WASHINGTON, Globalnewsnetwork.id – Konstelasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menyentuh titik didih. Washington secara resmi melayangkan peringatan keras sekaligus ultimatum kepada pemerintah Iran untuk segera membuka kembali akses pelayaran internasional di Selat Hormuz.


Donald Trump menegaskan bahwa manuver Teheran yang mengganggu aktivitas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Langkah penutupan jalur ini dinilai sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi global, mengingat Selat Hormuz merupakan urat nadi utama bagi lalu lintas pasokan minyak dunia.


"Kami tidak akan membiarkan pihak mana pun menyandera jalur perdagangan internasional. Iran harus segera membuka akses Selat Hormuz, atau mereka akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat," tegas Trump dalam pernyataannya.


'Selat Hormuz sendiri merupakan titik sempit (chokepoint) yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Hampir seperlima konsumsi minyak global melewati jalur perairan ini setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini dipastikan akan memicu lonjakan tajam pada harga minyak mentah dunia, yang pada akhirnya akan menghantam ekonomi negara-negara berkembang maupun negara maju.


Langkah Iran yang memperketat kendali atas perairan tersebut diduga kuat sebagai bentuk respons balasan atas rentetan sanksi ekonomi serta tekanan diplomasi yang terus dilancarkan oleh blok Barat. Meskipun demikian, pihak Washington menilai tindakan tersebut sebagai eskalasi sepihak yang membahayakan keamanan maritim internasional.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas di Teheran mengenai apakah mereka akan melunak terhadap ultimatum dari Washington atau justru mempertebal pertahanan mereka di sekitar perairan teluk.


Dunia internasional kini tengah memantau ketat situasi di kawasan tersebut, mengingat potensi gesekan militer secara terbuka sewaktu-waktu bisa saja meletus jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.



Redaksi 

Editor:Rendie_19

Komentar

Tampilkan

  • Ketegangan Memuncak: Trump Beri Ultimatum Keras, Desak Iran Segera Buka Selat Hormuz
  • 0