GLOBALNEWSNETWORK.ID, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di kancah internasional. Usman, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI, berhasil meraih penghargaan Best Short Movie dalam ajang Malaysia International Film Festival (MIFFEST) 2025 melalui film pendek berjudul Ilusi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara awarding yang berlangsung pada 29 Juli 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan keberanian mahasiswa Indonesia dalam menghasilkan karya audiovisual mampu mendapatkan apresiasi di tingkat internasional.
Dalam produksi film pendek Ilusi, Usman berperan sebagai produser. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut berawal dari informasi yang diperoleh melalui rekan sesama mahasiswa, yang mendorongnya untuk mengirimkan karya film pendek ke MIFFEST 2025.
Berbekal keberanian untuk mencoba dan memperkenalkan karyanya ke panggung internasional, Usman akhirnya berhasil meraih penghargaan Best Short Movie. Baginya, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang perfilman.
Pada acara penganugerahan di Kuala Lumpur, Usman didampingi oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika, Cicih Nuraeni, M.Pd. Kehadiran dosen pendamping menjadi bagian dari dukungan institusi terhadap mahasiswa yang berpartisipasi dalam ajang internasional.
Dekan FKB UBSI Bangga, Dorong Mahasiswa Terus Berprestasi di Tingkat Internasional
Dekan Fakultas Komunikasi & Bahasa (FKB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Dr. Anisti, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Usman meraih penghargaan di Malaysia International Film Festival 2025.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan daya saing melalui karya nyata. Pengakuan di tingkat internasional juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, serta membuktikan kemampuan di tengah perkembangan industri kreatif global.
Saya bangga atas pencapaian yang diraih Usman melalui film pendek Ilusi. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBSI memiliki potensi untuk menghasilkan karya kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani mengambil peluang, dan meningkatkan prestasi hingga ke panggung dunia,” ujar Dr. Anisti.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu terus mengembangkan kemampuan, memperkuat karakter, serta menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai dan pesan yang bermakna bagi masyarakat.
Menurutnya, dunia perfilman dan industri komunikasi saat ini memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan melalui kompetisi, kolaborasi, dan berbagai kegiatan kreatif untuk membangun portofolio serta memperluas pengalaman profesional.
“Mahasiswa harus berani menunjukkan kemampuan melalui karya dan prestasi. Jangan hanya mengejar popularitas sesaat, tetapi bangunlah rekam jejak melalui proses, kerja keras, kreativitas, dan hasil yang nyata. Prinsipnya, tunjukkan prestasi, bukan sensasi,” tegasnya.
Karya Kreatif Jadi Bekal Bersaing di Industri Global
Keberhasilan film pendek Ilusi meraih penghargaan di MIFFEST 2025 diharapkan dapat mendorong mahasiswa UBSI lainnya untuk terus mengembangkan ide dan menghasilkan karya berkualitas. Partisipasi dalam festival film internasional juga menjadi pengalaman penting untuk memahami standar produksi, memperluas perspektif kreatif, dan mengenal dinamika industri perfilman lintas negara.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa melalui pembelajaran, kegiatan kreatif, dan partisipasi dalam berbagai kompetisi. Dukungan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang inovatif, kompeten, dan mampu berkontribusi dalam industri komunikasi serta perfilman.
Prestasi Usman melalui film pendek Ilusi menjadi pengingat bahwa karya yang dikembangkan dengan kesungguhan dan keberanian untuk mencoba dapat membuka peluang menuju pengakuan yang lebih luas.
Pesan “Tunjukkan Prestasi, Bukan Sensasi” pun menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk menjadikan kualitas karya, konsistensi berkarya, dan pencapaian nyata sebagai bagian penting dalam perjalanan menuju panggung internasional.

