![]() |
| Ilustrasi Akal Imitasi |
GLOBALNEWSNETWORK.ID — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tidak lagi mempercayai proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran masih menunggu tanggapan Washington terhadap proposal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Pezeshkian mengatakan pengalaman sebelumnya membuat Iran kehilangan kepercayaan terhadap proses perundingan. Menurutnya, sejumlah pembicaraan sebelumnya diikuti serangan dan pemberlakuan sanksi terhadap Iran.
Meski demikian, jalur diplomasi masih berlangsung. Qatar dan Pakistan disebut menjadi mediator yang menyampaikan pesan antara Teheran dan Washington.
Iran Ajukan Rencana Tujuh Hari
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengungkapkan proposal yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila sejumlah persyaratan dipenuhi.
Dalam skema tersebut, tahapan awal diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima hari. Selat Hormuz kemudian akan dibuka pada hari keenam, sementara pembicaraan lanjutan untuk mencapai kesepakatan akhir dijadwalkan dimulai pada hari ketujuh.
Proposal tersebut juga meminta AS mengambil sejumlah langkah, termasuk mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran, memberikan keringanan terkait sanksi minyak, serta memenuhi komitmen yang sebelumnya tercantum dalam nota kesepahaman atau MoU kedua negara.
Sebagai bagian dari proposal, Iran menyatakan kesiapan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz apabila persyaratan yang diajukan terpenuhi.
Qatar dan Pakistan Terlibat dalam Mediasi
Pezeshkian mengatakan Qatar dan Pakistan terus menyampaikan pesan antara Iran dan AS. Pembicaraan tersebut disebut mengacu pada MoU yang sebelumnya disepakati kedua negara pada Juni.
Iran meminta Washington memperjelas sikapnya terhadap kesepakatan tersebut sebelum proses diplomasi dapat dilanjutkan lebih jauh.
Keterlibatan Qatar dan Pakistan menjadi bagian dari upaya untuk membuka kembali jalur komunikasi antara Teheran dan Washington di tengah konflik yang masih berlangsung.
Iran Sebut Penutupan Hormuz sebagai Respons
Pezeshkian juga menyampaikan bahwa persoalan Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui negosiasi. Ia menolak pandangan bahwa Iran semata-mata menjadi penyebab terganggunya jalur pelayaran tersebut.
Menurutnya, penyelesaian krisis di sekitar Selat Hormuz membutuhkan pembicaraan dan kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi internasional. Karena itu, rencana pembukaan kembali selat tersebut menjadi salah satu isu penting dalam pembicaraan Iran dan AS.
Hingga 27 September 2026, Iran masih menunggu respons Washington terhadap proposal tujuh hari tersebut. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada posisi masing-masing pihak dan proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Berbagai Sumber
Rendie_19
Globalnewsnetwork.id
